Francesco 'Pecco' Bagnaia Mabuk hingga Kecelakaan, Legenda MotoGP: Idiot!
Insiden kecelakaan kendaraan beroda empat yang dialami riders Ducati, Francesco Bagnaia mendapatkan reaksi keras dari legenda MotoGP, Keith Huewen.
Pria Inggris berusia 62 tahun hal yang demikian bahkan mendamprat Francesco Bagnaia dan menyebut Pecco idiot.
Dikenal Francesco Bagnaia memang baru saja mengalami kecelakaan kendaraan beroda empat di Ibiza, Spanyol. Usai jadi persoalan, kecelakaan yang dialami Pecco diakibatkan lantaran dia mengonsumsi alkohol berlebihan.
Akhirnya menabrakkan mobilnya ke parit, polisi setempat melaksanakan percobaan breathalyser terhadap pembalap pabrikan Ducati hal yang demikian.
Dia, terdapat 0,78mg/l alkohol dalam darah Bagnaia. Jumlah itu tiga kali dari tingkat alkohol sah Spanyol, adalah 0,25mg/l.
Bagnaia tak terluka dalam kecelakaan itu dan tak ada kendaraan atau orang lain yang terlibat. Akan melainkan, dia dianggap teledor lantaran berkendara sambil mabuk.
Bagnaia bahkan mengeluarkan pernyataan dan minta maaf atas kesalahannya. Saya mengaku tindakannya adalah hal yang tidak pantas.
“Aku minta maaf atas apa yang terjadi; Saya praktis bukan peminum, dan itu adalah kecerobohan serius yang semestinya tidak terjadi.
“Saya minta maaf terhadap semua orang, dan aku dapat meyakinkan Anda bahwa saya telah mempelajari pembelajaran saya. Jangan pernah berada di belakang kemudi setelah minum alkohol. Terima Kasih."
Kejadian yang dialami Pecco, mendapatkan respon miring dari Keith Huewen. Saya malahan menyebut menyebut Pecco idiot.
Damprat Pecco
Keith Huewen menyebut perbuatan Pecco tidak pantas ditiru. Kendati Pecco mabuk untuk merayakan kemenangannya tetapi hal hal yang demikian, kata Huewen tak dapat dikoreksi.
“Sedangkan satu kata yang benar-benar terlintas dalam pikiran: idiot! Dan ia akan merasa seperti orang bodoh," damprat Huewen menginformasikannya dari Crash Net.
“Mengemudi dalam kondisi mabuk tak bagus. Faktanya, dari semua hal yang tampaknya benar secara politis di dunia modern ini - dan banyak di antaranya yang tak saya sukai - inilah yang menurut aku pas untuk menjadi kejam.
“Itu hanya bodoh, sungguh. Itu sepatutnya tidak terjadi, tetapi saya juga tak percaya bahwa itu akan pernah terjadi lagi.
"Secara profesional, ia patut tak dihukum. Secara pribadi, dia semestinya dihukum - dan dia akan dihukum."
Sebagaimana dikenal, MotoGP 2022 memang sedang menjalani libur paruh musim. Dia ini membikin para pembalap menjalani wisata termasuk Francesco Bagnaia yang menentukan pergi ke Spanyol.
Nahasnya, lantaran mabuk-mabukan ketika menyetir Bagnaia seharusnya mengalami kecelakaan hingga bikin heboh MotoGP.
Isu berkelakuan kurang baik di luar sirkuit, tapi Francesco Bagnaia sedang dalam kinerja mengesankan di dunia Moto GP.
Pembalap yang dikenal sebagai murid Valentino Rossi itu sekarang tengah menduduki peringkat lima pada papan klasemen MotoGP musim 2022.
Sejauh ini Francesco Bagnaia sudah mengkoleksi 106 poin. Sesudah terpaut 66 angka dari rivalnya, Fabio Quartararo yang saat ini menjadi pemuncak klasemen sementara.
Bahkan MotoGP: Tapi Tampil Buruk, Dovizioso Meskipun Kritik Fabio Quartararo
Pembalap dari regu Yamaha WithU RNF, Andrea Dovizioso mengalami daya kerja yang buruk pada gelanggang MotoGP musim 2022. dirinya pun memberi kritikan kepada Fabio Quartararo.
Andrea Dovizioso berada jauh dari kemungkinan untuk memperebutkan gelar pemenang dunia pada MotoGP musim ini.
Bagaimana tak, untuk ketika ini Andrea Dovizioso tenggelam di bawah klasemen sementara arena MotoGP 2022, ialah di peringkat 22 dengan hanya mengumpulkan 10 poin saja.
Pria yang kerab disapa ‘Dovi’ itu pernah menjadi Runner-up MotoGP tiga kali, tetapi rasanya mustahil bagi dirinya untuk dapat bersaing di papan atas klasemen dengan sisa balapan yang ada.
Di tengah buruknya kinerja yang dia miliki, Dovizioso bahkan melayangkan kritikan ke Fabio Quartararo yang tak lain pembalap dari Yamaha YZR-M1.
Sumber : https://www.indosport.com/otomotif/20220712/francesco-pecco-bagnaia-mabuk-hingga-kecelakaan-legenda-motogp-idiot/berita-motogp-setelah-tampil-buruk-dovizioso-malah-kritik-fabio-quartararo


0 Comments: