Minggu, 31 Juli 2022

3 Rekor Taufik Hidayat yang Sulit Dipatahkan, Jonatan dan Ginting Belum Sepadan?

3 Rekor Taufik Hidayat yang Sulit Dipatahkan, Jonatan dan Ginting Belum Sepadan?


Ada tiga rekor yang dicatatkan oleh pebulutangkis legendaris Indonesia, Taufik Hidayat. Jonatan Christie dan Anthony Ginting malah belum setara.


Dengan pencapaiannya di masa lalu, wajar jika Taufik Hidayat kerap kali mengkritisi sektor tunggal putra Indonesia. Dia memiliki kiprah yang luar biasa ketika masih menjadi atlet.


Sayangnya, Taufik Hidayat menetapkan untuk kencang pensiun. Ia gantung raket di umur 32 tahun, pada 16 Juni 2013 silam.


Walaupun demikian, Taufik telah mengukirkan banyak rekor pribadi, yang hingga ketika ini, hampir satu dekade berlalu, tapi belum ada yang dapat mematahkan rekornya.



Berikut tiga rekor milik Taufik Hidayat yang susah dipatahkan.


1. Jawara Indonesia Open Terbanyak

Taufik Hidayat hingga sekarang masih menjadi pemain yang mengoleksi gelar Indonesia Open terbanyak. Ia memenangkan gelanggang bergengsi hal yang demikian sebanyak enam kali.


Taufik Hidayat sukses menjuarai Indonesia Open edisi tahun 1999, 2000, 2002, 2003, 2004, dan 2006. Hingga sekarang, belum ada pemain yang dapat menyalip rekor Taufik.


Di era yang sama, ada satu pemain yang juga mengoleksi enam gelar di Indonesia Open, adalah Lee Chong Wei (Malaysia), tahun 2007, 2009, 2010, 2011, 2013, 2016.


Memang, sebelumnya ada satu pemain bulutangkis yang mengoleksi enam gelar Indonesia Open, yaitu Ardy B. Wiranata. Cuma saja, dia sudah lama gantung raket


2. Rekor Backhand Tercepat

Taufik Hidayat mempunyai kecakapan yang sulit untuk dicontoh oleh para pebulutangkis lainnya, yakni smash backhand yang kuat.


Kalau biasanya pebulutangkis memakai pukulan forehand sebagai andalan, namun Taufik Hidayat memiliki pukulan backhand yang juga kuat dan bisa mengecoh lawan.


Kalau dalam keadaan forehand saja, tenaga smash tak senantiasa kuat, tapi beda halnya dengan Taufik Hidayat yang bisa mengerjakan smash pesat dengan posisi backhand.


Pada satu peluang, pemain kelahiran Bandung itu menjalankan pukulan backhand dan mencatatkan rekor tercepat, adalah 260 kilometer per jam. Catatan yang luar umum.


Akibatnya, Taufik Hidayat juga menerima julukan sebagai King of Backhand.


3. Peringkat 1 Dunia Termuda

Dengan kualitasnya di lapangan, wajar jika Taufik Hidayat pernah menduduki peringkat satu dunia di sektor tunggal putra.


Namun, sulit untuk membayangkan Taufik Hidayat dapat menggapai prestasi tertinggi itu di usianya yang sungguh-sungguh muda, adalah 19 tahun, tepatnya pada tahun 2000 silam.


Prestasi itu diraih sesudah Taufik Hidayat memenangkan sejumlah gelar beruntun, mulai dari Malaysia Open, Kejuaraan Asia, Indonesia Open, dan runner-up All England.


Seandainya mengamati generasi sebelumnya, para pebulutangkis tunggal putra Indonesia memang langganan jadi peringkat satu dunia.


Ucap saja Alan Budikusuma, Liem Swie King, dan Hariyanto Arbi, para pendahulu yang menginspirasi Taufik Hidayat, sampai alhasil bisa meraih posisi tertinggi dunia.


Jonatan dan Ginting Belum Setara


Sesudah Taufik Hidayat memastikan pensiun, belum ada lagi pebulutangkis tunggal putra Indonesia yang tetap meraih gelar dan menghuni peringkat atas.


Dikala ini, Jonatan Christie masih mentok di peringkat delapan. Capaian tertingginya merupakan saat jadi nomor empat dunia, pada tahun 2019 silam, ketika berusia 22 tahun.


Sementara Anthony Sinisuka Ginting juga kehilangan momentum dan jatuh ke posisi enam dalam urutan tunggal putra dunia. 


Anthony Sinisuka Ginting pernah menjadi top 3 tunggal putra dunia, tepatnya di tahun 2020 lalu, ketika dia masih berusia 23 tahun.


Sumber : https://www.indosport.com/raket/20220731/3-rekor-taufik-hidayat-yang-sulit-dipatahkan-jonatan-dan-ginting-belum-sepadan/jonatan-dan-ginting-belum-sepadan

Previous Post
Next Post

0 Comments: