Rabu, 27 Juli 2022

BWF Mulai Pulihkan Ranking Dunia Minggu Depan dan Dampaknya buat Pemain Indonesia

BWF Mulai Pulihkan Ranking Dunia Minggu Depan dan Dampaknya buat Pemain Indonesia


BWF (Federasi Bulu Tangkis Dunia) akan mengawali pemulihan ranking dunia yang sempat dibekukan pengaruh pandemi Covid-19.


Penghitungan ranking dunia BWF masih belum pantas dengan peraturan autentik sampai sekarang.


Rentetan pembatalan turnamen dan penguasaan yang mengganggu partisipasi atlet memaksa BWF mengerem perubahan pada daftar yang menjadi tolok ukur daya pemain.


Sebagai isu, normalnya ranking mengukur tingkatan pemain berdasarkan daya kerja mereka selama kurang lebih setahun terakhir, tepatnya 52 pekan.


Adapun pada penyesuaian yang berlangsung sejak Februari 2021, poin dari turnamen pada Maret 2019 masih masuk dalam hitungan sebagai kompensasi.

BWF

Tentunya ada kerugian yang wajib dibayar dari pembekuan ranking secara parsial, adalah tak terwakilinya peta tenaga terbaru secara penuh.


Dan, sayangnya, posisi Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, sebagai pasangan nomor ganda putra ialah salah satu misalnya.


Keberhasilan Marcus/Kevin bertahan di peringkat satu walau jarang tampil sebab cedera tertolong oleh pembekuan peringkat.


Tujuh dari 10 nilai terbaik yang masuk akumulasi nilai ranking Minions berasal dari turnamen-turnamen sebelum tahun 2021.


Menurut data yang dihimpun BadmintonStatistics.net, Marcus/Kevin akan turun ke peringkat dua jika penghitungan ranking normal yang diaplikasikan.


Marcus/Kevin digusur pasangan Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, yang menjuarai enam turnamen dalam 52 minggu terakhir.


Adapun figur kasus yang merugikan Indonesia yaitu bagaimana ranking pasangan ganda putri baru, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, sepatutnya lebih bagus.


Catatan 2 gelar, dan 3 kali lolos ke final, dalam 5 turnamen pertama sejatinya cukup untuk membawa PriFad menembus 30 besar sehingga menjamin partisipasi mereka di turnamen besar.


Apriyani/Fadia sendiri masih terbendung di peringkat 42 dunia pada minggu ini sementara cuma di 7 turnamen pertama saja posisi mereka dalam turnamen "dikatrol" menurut pencapaian dengan pasangan lama.


Untungnya, makin pulihnya persaingan membuka jalan bagi BWF untuk mengawali transisi menuju ranking normal.


Dalam rilis resmi di BWFBadminton.com, penyesuian baru akan diaplikasikan mulai pekan depan ialah Selasa, 2 Agustus 2022.


Peniadaan poin turnamen-turnamen lama dikerjakan secara berjenjang hingga akibatnya hanya 52 minggu terbaru yang masuk hitungan.


Masa transisi direncanakan selesai pada 3 Januari 2023.


"Dengan stabilnya kalender turnamen Grade 1 dan World Tour untuk sisa tahun 2022 dan bertambahnya jumlah turnamen Grade 3 yang direncanakan digelar di sebagian besar benua menuju 2023, kita berada di tahap ketika imbas dari penghapusan poin ranking lama diminimalkan," kata Sekretaris Jenderal BWF, Thomas Lund.


"Poin yang akan didapatkan ketika ini cukup kuat untuk menunjang sebuah peringkat 52 pekan yang aktual pada permulaan 2023."


"Yang penting, asosiasi-asosiasi member kami memiliki pemberitahuan yang cukup untuk mempersiapkan jangka waktu transisi dan membikin rencana yang tepat sasaran untuk jangka waktu kualifikasi Olimpiade Paris 2024 dan turnamen-turnamen penting lainnya."


BWF akan menghapus skor ranking dari empat minggu terlama dimulai dari minggu ke-12 dari tahun 2019 pada pembaruan berikutnya.


Peniadaan skor ranking dari empat minggu terlama terus berlanjut sampai pembaruan untuk minggu ke-1 tahun 2023.


Artinya, masih ada kesempatan bagi pemain yang terancam turun ranking seperti Marcus/Kevin untuk mempertahankan posisinya asalkan tampil bagus di sisa tahun.


Sementara bagi pemain yang sedang daun seperti Apriyani/Fadia, menjaga konsistensi menjadi kunci untuk merebut posisi "sejati" atau justru memperbaikinya.


Seperti yang telah dibeberkan, ranking bukan semata-mata soal gengsi.


Ranking dunia juga menetapkan peluang kelolosan pemain ke dalam turnamen hingga posisi dalam drawing alias bagan laga.


Tunggal Putra

Viktor Axelsen (Denmark)

1. Viktor Axelsen (Denmark) - 121.606

2. Kento Momota (Jepang) - 112.704

3. Anders Antonsen (Denmark) - 98.300

4. Chou Tien Chen (Chinese Taipei) - 93.776

5. Lee Zii Jia (Malaysia) - 91.578

6. Anthony Sinisuka Ginting (Indonesia) - 89.549

7. Jonatan Christie (Indonesia) - 82.812 ▲1

8. Chen Long (China) - 80.090 ▼1

9. Loh Kean Yew (Singapura) - 79.594

10. Lakshya Sen (India) - 75.874


Tunggal Putri

Akane Yamaguchi (Jepang)

1. Akane Yamaguchi (Jepang) - 111.813 (111.963)

2. Tai Tzu Ying (Taiwan) - 110.845 (111.645)

3. An Se-young (Korea Selatan) - 104.403

4. Chen Yu Fei (China) - 103.606

5. Carolina Marin (Spanyol) - 100.380

6. Nozomi Okuhara (Jepang) - 95.960

7. Pusarla Venkata Sindhu (India) - 95.518

8. Ratchanok Intanon (Thailand) - 89.349

9. He Bing Jiao (China) - 82.264

10. Pornpawee Chochuwong (Thailand) - 78.265


Ganda Putra

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia)

1. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia) - 111.827

2. Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) - 107.650

3. Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia) - 104.195

4. Lee Yang/Wang Chi Lin (Taiwan) - 99.468 (101.668)

5. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia) - 86.855

6. Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia) - 85.028

7. Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty (India) - 80.016 ▲1

8. Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang) - 78.973 ▼1

9. Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark) - 76.819

10. Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia) - 72.490


Ganda Putri

Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China)

1. Chen Qing Chen/Jia Yi Fan (China) - 108.666

2. Yuki Fukushima/Sayaka Hirota (Jepang) - 104.691

3. Lee So-hee/Shin Seung-chan (Korea Selatan) - 103.680

4. Kim So-yeong/Kong Hee-yong (Korea Selatan) - 103.125

5. Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang) - 99.343

6. Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara (Jepang) - 96.283

7. Greysia Polii/Apriyani Rahayu (Indonesia) - 93.775

8. Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand) - 79.577

9. Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (Bulgaria) - 71.250

10. Jeong Na-eun/Kim Hye-jong (Korea Selatan) - 67.887


Ganda Campuran

Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China)

1. Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) - 116.102 (117.902)

2. Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) - 115.400

3. Yuta Watanabe/Arisha Higashino (Jepang) - 108.097

4. Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China) - 106.667

5. Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Indonesia) - 95.149

6. Seo Seung-jae/Chae Yu-jung (Korea Selatan) - 82.700

7. Tan Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong) - 78.250

8. Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) - 73.320

9. Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) - 72.132 ▲1

10. Marcus Ellis/Lauren Smith (Inggris) - 72.420 ▲1


Sumber : https://www.bolasport.com/read/313396819/bwf-mulai-pulihkan-ranking-dunia-pekan-depan-dan-dampaknya-buat-pemain-indonesia

Previous Post
Next Post

0 Comments: